Rabu, 07 Oktober 2009

Hujan kecebong,ikan dan katak di Jepang

Selama beberapa minggu, orang-orang di Jepang telah menyaksikan adanya kecebong, ikan dan katak  yang jatuh dari langit. Sejak fenomena aneh pertama kali diamati di Ishikawa pada 4 Juni, laporan hujan binatang serupa telah berdatangan dari seluruh negeri

 
 
 
9 Juni, Laporan anggota polsek Ishikawa , Di kota Nakanoto, sejumlah ikan kecil yang ditemukan tersebar di daerah pemukiman. Sekitar 10 ikan disisihkan dari pinggir jalan dan dari atap mobil  dan ikan ini sejenis ikan mas yang berukuran panjang 3-5 cm .


 
15 Juni , Laporan anggota polsek Miyagi  - Pada sekitar jam 5:00 di kota Taiwa, seorang penduduk 74 tahun,mendengar suara hujan di luar rumahnya. Ia melangkah ke luar dan menemukan sekitar 50 kecebong tersebar di halaman rumah dan di atap. Kecebong-kecebong ini masih basah, tetapi tak satu pun dari mereka yang masih hidup. Menurut wanita tersebut, langit cerah dan tidak ada angin. Ia tidak melihat burung-burung beterbangan di langit.

16 Juni ,Laporan anggota polsek Saitama . Pada jam 1:00 di kota Kuki, seorang pria berusia 77 tahun melaporkan telah ditemukan lebih dari 20 bangkai berudu dan ikan kecil di halaman rumahnya. Pria yang tinggal sekitar 1 kilometer dari  dekat hutan tempat biasanya gagak bertengger. Ia percaya gagak-gagak itu menjatuhkan berudu dan ikan di halaman rumahnya.

 
16 Juni sekitar pukul 8:00, Laporan anggota Polsek Aichi  , karyawan sebuah perusahaan yang berusia 45 tahun sedang mengemudi melewati kota Chiryu dalam perjalanannya untuk berangkat bekerja, tidak lama kemudian dia mendengar suara sesuatu yang seakan melempari atap mobilnya. Ketika ia tiba di tempat kerja, ia menemukan 25 bangkai kecebong , masing-masing sekitar 5 cm panjang, berhamburan di bagian atas dan sisi kendaraan.



17 Juni,Laporan anggota Polsek Toyama .Pada jam 8:40 di kota Asahi,  pekerja berusia 59 tahun di sebuah perusahaan menemukan sekitar 30 kecebong berserakan di jalan di depan rumahnya. kecebong-kecebong  ini ketika diukur memiliki panjang sekitar 3 cm panjang dan telah mulai mengembangkan kaki. Cuaca tenang dan sebagian berawan, sehingga tidak mungkin mereka tersapu dalam hembusan angin. Seorang ahli biologi setempat mengatakan bahwa kecebong-kecebong ini mungkin telah mati karena dehidrasi setelah berkeliaran keluar dari sawah terdekat. Pria tersebut percaya bahwa mereka mungkin telah dijatuhkan oleh sekawanan burung gagak.

 
 
24 Juni, Laporan anggota polsek Yamagata - Pada jam 4.30 sore,seorang instruktur piano 34tahun di kota Shinjo menemukan sekitar 40 bangkai kecebong yang masih basah di halaman, tepat ketika ia berjalan meninggalkan anjingnya. Si wanita melihat kecebong-kecebong tersebut setelah anjing itu mulai mengendus penuh semangat di tanah halaman luar. Dia menemukan kecebong yang masih basah menempel di hidung anjing. Kecebong-kecebong ini, banyak yang hancur, dan paling tidak dua jam sebelumnya belum ada bermunculan di halaman rumahnya.

 
Sejauh ini, tidak ada  penjelasan yang masuk akal untuk hujan hewan seperti ini. Meskipun beberapa orang percaya hujan kecebong mungkin merupakan akibat dari gangguan cuaca seperti  puting beliung  tetapi tidak ada lembaga meteorologi yang telah mengamati kemungkinan adanya angin yang kuat atau kondisi cuaca yang tidak stabil di salah satu daerah di mana hujan kecebong terjadi. Sementara itu sebagian orang percaya bahwa burung dapat memuntahkan kecebong dalam jumlah besar , meskipun banyak Ahli Ornitologi  (peneliti unggas)  memiliki pandangan yang berbeda dan berselisih tentang hal ini. Sedang  ahli lain telah mengemukakan mungkin hujan ini karya para pranksters atau tukang iseng , atau bahkan mungkin makhluk luar angkasa yang melakukannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut