Senin, 23 November 2009

Headshrinking atau pengecilan kepala

Difilm-film keluaran Hollywood mungkin kita mungkin pernah melihat adegan suku Indian di rimba belantara Amazon yang menguliti kepala manusia dan kemudian mengecilkan kepala tersebut.
Baru-baru ini sebuah kofirmasi sebuah video lama dari National Geographic juga menampilkan sebuah upacara dari ritual pengecilan kepala manusia...!!


Satu-satunya rekaman sebenarnya dari upacara pengecilan kepala manusia di Amerika Selatan,yang menunjukkan kepala direbus dan dikeringkan, mungkin nyata, kata seorang penjelajah dalam film dokumenter dari National Geographic.
Dalam sebuah ekspedisi khusus, penulis dan penjelajah Piers Gibbon berangkat untuk mencari tahu apakah film dokumenter ini benar-benar asli.
 

Film ini dibuat pada tahun 1961 oleh Explorer Polandia Edmundo  Bielawski, yang dengan sebuah tim terdiri dari tujuh orang, berangkat untuk menjelajahi dan mendokumentasikan hutan hujan terbesar di dunia, Amazon.

 Pengecilan kepala hanya dilakukan oleh satu bagian dari penduduk yang tinggal di Shuar dipedalaman hutan Amazon. Pengecilan kepala adalah bentuk ringkasan keadilan yang dilaksanakan terhadap musuh dari suku tersebut. Proses penyusutan dipandang perlu untuk menghentikan roh jahat korban perang dari keinginan balas dendam.


Gibbon menjelaskan proses pengecilan kepala dengan melakukan rekonstruksi kembali.
Menurut rekonstruksi Gibbon, pertama-tama bagian belakang kepala akan dibuka. Mengiris kulit  kepala agar bebas dari tengkorak. Dan dengan hati-hati agar tidak merusak fitur dari wajah. Tengkorak dan sisa daging dibuang. Kulit kemudian direbus dalam air selama setengah jam. Lebih lama lagi mungkin menyebabkan rambut rontok. Setelah dijemur, kulit diputar bagian dalam keluar.
 

Proses ini diulang dan dapat berlangsung hingga enam hari, sampai kepala berubah menjadi seperempat dari ukuran aslinya.
 

Proses selanjutnya, bagian mata dijahit tertutup, mencegah jiwa korban  dapat melihat keluar. Pasak kayu  kecil ditempatkan menembus bibir dan diikat  dengan tali. Ini akan menghentikan jiwa kematian mereka meminta untuk dibalaskan dendam. 
 

Saat Gibbon menemui tetua dari suku Shuar yang masih hidup yaitu Tsanimp, anggota suku tersebut menyatakan bahwa pada saat Bielawski memfilmkan dokumentar tersebut memang kenyataannya proses pengecilan kepala itu masih terjadi di daerah tersebut dan bisa jadi apa yang difilmkan oleh Bielawski itu memang upacara Tsantsa, karena dalam adegan tersebut Tanimp mengenali seorang yang melakukannya adalah saudaranya yaitu Kampurims.Dan kejadian itu terjadi di daerah Tukupi.
 

Sehingga dapat dipastikan oleh Gibbon bahwa apa yang didokumentasikan pada tahun 1960an oleh Bielawski itu merupakan proses pengecilan kepala yang masih berlangsung...
 

 

4 komentar:

  1. mengerikan....kalo di Indonesia ada gak ya suku yang kayak beginian..:)

    BalasHapus
  2. monsieur sunday25 November 2009 15.45

    oh, jadi yang diciutkan itu kulit kepalanya doang ya?
    sebelumnya ane pikir seluruh kepalanya yang diciutkan. ehehe. nice info gan.

    BalasHapus
  3. di indonesia ada tuh! kok gak tau? di wilayah paling dalam dr kalimantan, di antara suku dayak. kepala juga mengecil seperti itu setelah diasapin (disale)dan dijadikan hiasan di depan-depan rumah kepala suku sebagai pengusir bala / hawa jahat dan penunjuk kesaktian. siapa yg berani survey? silahkan!

    BalasHapus
  4. kq isa ya padahal tempurung kepala kan keras,klu jadi kecil,mustinya merubahan ukuran volume kepala,agak aneh sih!!!!

    BalasHapus

Pengikut