Jumat, 04 Desember 2009

Water irrigation system jaman Belanda

Posting ini berdasar ekspedisi saya hari Jum'at 4 Desember 2009................
Setelah berhari-hari melakukan pengamatan malam hari yang melelahkan dan penuh dengan kejutan, saya memutuskan untuk refresh, berkelana menggunakan vespa tua kesayangan dan sohib perjalanan yang setia...
Panasnya tengah hari tak menyusutkan saya untuk menikmati udara segar pedesaan....

Sawah hijau dengan sistem terasiring seperti gambar diatas sering kita temui di mana saja di Indonesia..Tapi dalam perjalanan kali saya menemukan sistem irigasi yang sangat menarik....Pertama kali saya melihatnya hanya dengan selamba saja...hingga beberapa ratus meter dari lokasi saya baru tersadar, ada sesuatu yang luput dari nalar saya...vespa tua saya putar balik, tepat di atas jembatan kereta api jalur Surabaya - Malang tepatnya yang berada di desa Gajahrejo saya amati sekali lagi jalur irigasi yang hampir luput dari perhatian saya tadi...


Anda lihat bagaimana sebuah jurang besar memisahkan jalur kereta api yang ada....dan bagaimana pihak jawatan kereta api jaman Belanda mengatasi hal tersebut...? mereka membangun jembatan agar kereta api dapat menyeberangi jurang tersebut.......Kita semua tahu karena kereta api adalah salah satu alat transportasi modern yang penting dijaman penjajahan...dan kita juga sudah tahu model jembatan kereta api itu seperti apa..Yang akan saya garis bawahi adalah kereta api adalah termasuk benda padat.....jadi wajar saja kalau bentuk jembatan yang ada seperti itu....menghubungkan lurus dari satu sisi jurang ke sisi jurang yang lain.
Lalu bagaimana kalau yang akan kita seberangkan adalah benda cair seperti air irigasi....? Anda mungkin akan langsung menjawab dengan menggunakan pipa air...!! Tentu saja saya sangat menyetujui pendapat anda,karena jika pertanyaan itu diajukan kepada saya,jawaban itu juga yang akan saya jawab...
Tapi rupanya Belanda memang negara yang hebat dalam pengaturan masalah air...( terbukti negara mereka yang berada 2 meter di bawah permukaan air laut... ) mereka telah memikirkan cara lain untuk mengalirkan air irigasinya bukan dengan menggunakan pipa...tapi dengan menggunakan sifat alami air.....
Jika kita perhatikan, maka kita dapat melihat bahwa air selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Selain itu sifat lainnya, permukaan air selalu mendatar dan bentuk air selalu sesuai dengan tempatnya. Contohnya jika kita masukkan air dalam sebuah gelas maka otomatis bentuk air sesuai dengan tempat/wadahnya. Sifat yang selanjutnya, air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Biasanya air di daratan mengalir ke arah laut karena umumnya permukaan laut lebih rendah dari permukaan daratan. Selain itu mereka juga menggunakan tekanan air dalam sistem irigasi mereka karena kekuatan tekanan air dipengaruhi oleh banyaknya air dan kedalaman air,semakin dalam semakin kuat tekanan airnya....
Mau tahu bagaimana mereka menyeberangkan air irigasi yang memotong jalur kereta api....?



Anda lihat rel kereta api ini memotong dua bukit.....yang seandainya sesuai dengan jawaban pertanyaan diatas maka kita akan melihat sebuah pipa menyeberangi sisi dari kedua jurang melintas diatas jalur kereta api itu bukan...?



Anda lihat mereka sama sekali tidak menggunakan pipa dikarenakan ketinggian tanahnya tidak memungkinkan untuk mereka memakai pipa, karena akan menghalangi kereta api yang memiliki ketinggian yang sama....
Dan akhirnya mereka membuat saluran irigasi "timbangan air"( seperti yang digunakan oleh para tukang  pembuat rumah yang menggunakan selang air untuk mengukur dan menandai sama rata permukaan rumah saat pembangunan )...yang mana air di salurkan melalui bawah rel kereta api....yang akhirnya air itu muncul kembali disisi sebelah bukit dengan menggunakan sifat air yang mendatar...dan dengan tekanan air yang kuat akibat tinggi rendahnya permukaan.



Jadi beginilah mereka memotong jalur kereta api, mereka tidak langsung menggunakan pipa yang lurus tapi lebih memilih mengalirkan air irigasi dibawah jalur kereta api....


Jika boleh saya gambarkan secara kasar adalah seperti sket yang saya buat dibawah ini....


Menarik bukan...? sistem seperti diatas mungkin bisa digunakan untuk mengatasi persolan irigasi seperti diatas....
Well....bagaimana menurut nalar anda...?





5 komentar:

  1. Pantas negara sekecil Belanda sanggup menjajah negara sebesar Indonesia selama 350 tahun lebih kekekeke.

    BalasHapus
  2. salam kenal wakh keren nih ilmu irigasi yah

    BalasHapus
  3. harusnya para profesor kita malu yang diperebutkan tunjangannya saja tp karyanya kalah dng seorang insinyur belanda....

    BalasHapus
  4. ajib mbah

    BalasHapus
  5. itu keren banget, mengingat sifat air yang suka mengikis apapun yang dilewatinya.. berarti bahan untuk membuat irigasi itu komposisinya sangat istimewa.. tapi lumayan repot kalo salurannya kesumbat sesuatu, bakal repot beresinnya..

    BalasHapus

Pengikut