Tampilkan postingan dengan label Serba - serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba - serbi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Maret 2011

Biksu yang memumikan dirinya sendiri

Mumi...Siapa yang tidak pernah mendengar cerita ini, bagi yang pernah membaca salah satu artikel saya tentang mumi yang membawa kutukan mungkin cerita dibawah ini agak sedikit aneh.
Sokushinbutsu (即 身 仏), sebuah istilah untuk mumi yang satu ini, tidak seperti mumi Mesir atau lainnya yang disebut miira (ミイラ, sebuah kata yang berasal dari Portugis).
Berlainan dengan mumi Mesir, mumi Jepang ini tidak dibalsem setelah kematian orang tersebut. Sokushinbutsu berarti "Buddha hidup". Untuk mencapai status tinggi ini biksu dilatih sebagian besar hidup mereka  dipertapaan Mokujiki,  dalam menunjang kehidupannya mereka hanya mengkonsumsi air dan kacang-kacangan dan melakukan meditasi sepanjang hari. Proses ini membuat mereka kehilangan sebagian  berat tubuh sebanyak-banyaknya selama mereka tetap hidup. Begitu para pertapa telah merasa siap , setelah berpuasa selama berminggu-minggu, mereka kemudian dikubur hidup-hidup dalam kotak kayu di  dalam tanah dan dibiarkan untuk bermeditasi, proses mumifikasi dimulai dan akhirnya menuju kematian.  1.000 hari kemudian para pertapa yang telah terpendam ini digali oleh murid-murid mereka  dan jika penampilan mereka setelah ditinggal tidak berubah, mereka kemudian diberi status Sokushinbutsu.
Sekarang, praktek Sokushinbutsu dilarang oleh hukum, karena merupakan bentuk bunuh diri.

Mumi ini masih dipanggil oleh beberapa penduduk setempat Kami-sama, bisa diterjemahkan sebagai "Tuhan" atau "dewa". Hal ini mungkin tampak aneh bagi dunia Barat, tetapi istilah ini sebenarnya cukup luas dan biasa diterapkan dalam Shinto, atau status dalam kekaisaran Jepang . Dan tidak ada hubungannya dengan pandangan keagamaan umum di dunia sekarang.

Mumi-mumi Jepang ini ditemukan di sekitar daerah Yamagata, di wilayah Tohoku (Jepang Utara). Mungkin tidak lebih dari 6 yang ditemukan. Yang paling terkenal berada disatu kuil Dainichibou Ryusui-ji (泷 水 寺 大 日 坊,Shingon) di kota Tsuruoka.

Ini adalah mumi dari rahib Daijuku Bosatsu Shinnyokai-Shonin (1687-1783). Setelah 70 tahun hidup sebagai seorang pertapa, dan menjadi sokushinbutsu pada usia 96, setelah 42 hari puasa berturut-turut .Mumi lainnya dapat dilihat di kuil 寺 Nangaku-ji 南岳) juga di Tsuruoka, ketiga di-Zoukou (蔵 高 院, Zen Soutou) di kota Shirataka,, dan yang keempat di kuil Kaikou-ji (海 向 寺, Jisan sekte Shingon) di kota Sakata.

Di pegunungan Tibet, 12.000 meter di atas permukaan laut, tepatnya Giu village di Himachal Pradesh  India, terdapat sebuah rumah kecil yang didalamnya terdapat sebuah mayat, tapi mayat ini tidak seperti yang lain. Diyakini sejak berabad yang lalu, tidak pernah membusuk. Warga memujanya seperti dewa, siapa dia? Apa rahasianya? Mungkinkah benar, karena beberapa penduduk setempat mengatakan, bahwa orang ini sebenarnya memumifikasi dirinya sendiri.

Profesor Victor Mair, seorang antropolog dari University of Pennsylvania dan seorang ahli dalam Buddhisme  memimpin sebuah tim yang terdiri dari Profesor Margaret Cox, seorang forensik antropolog  dan Bruno Tonello seorang ahli radiograf. Mumi ini terletak dekat dengan salah satu daerah yang paling sensitif di dunia internasional - perbatasan antara India dan Cina. Akses ke situs dibatasi dan mereka hanya akan memiliki beberapa jam yang berharga untuk melakukan tes.

Selama ribuan tahun, rahib Buddha berkumpul di ini, dilembah-lembah terpencil yang tidak dapat diakses hanya untuk mempelajari ilmu roda kelahiran kembali dan seni mendekati kematian. Manuskrip kuno Tibet  menjelaskan bagaimana mereka akan memasuki alam rahasia lama yang telah hilang dari pikiran manusia.
Tubuh mumi dari orang Tibet ini ditemukan secara kebetulan, ketika dua petugas patroli perbatasan India dikirim untuk memperbaiki jalan, di Lembah Spiti, yang rusak akibat gempa bumi.
Ketika tim Profesor Victor Mair  mencapai rumah terpencil yang merupakan lokasi dan melihat mumi untuk pertama kalinya, mereka kagum pada keadaan baik tubuh yang diawetkan. Lebih dari itu, yang menariknya lagi karena tidak ada bukti teknik pembalseman tradisional sebagaimana mumi yang kita kenal seperti yang ada di mesir.

Tim ini semakin bingung dengan posisi aneh mumi ini dan berharap bahwa X-Rays mungkin bisa membantu mereka memutuskan jika posisi tersebut telah dibuat sebelum kematian, atau post-mortem. Kelengkungan tulang belakang dan postur umum menunjukkan ciri-ciri kehidupan biarawan. Setiap hari dari hidup para biarawan dimulai dengan nyanyian doa-doa suci, jam demi jam mereka membacakan ayat-ayat agama, yang dikenal sebagai mantra. Bahkan sebagai biarawan-biarawan muda, anak laki-laki  harus belajar untuk mengendalikan pikiran melalui meditasi sederhana. Beberapa biarawan akan berusaha untuk menguasai disiplin ilmu meditasi yang paling kuat, disiplin mental yang paling berbahaya di Tibet. Apakah postur mumi  menunjukkan bahwa ia mengejar disiplin ilmu ini ketika dia meninggal? Dan apa peranan sabuk kain aneh yang dipakai para biarawan ini?  

Sejak zaman kuno, biksu telah menggunakan tali sebagai alat bantu meditasi, atau ikat pinggang untuk menahan tubuh mereka dalam posisi yoga yang sulit. Tetapi posisi tali mumi yang berada di sekitar leher, sangat sulit untuk dijelaskan.

Tim kembali ke Inggris untuk melanjutkan tes di laboratorium, namun Victor tetap tinggal di belakang dan melakukan kunjungan ke salah satu sekte tertua Buddhisme Tibet. Nyingmapa adalah para penjaga  dari ilmu meditasi tantra yang paling rahasia . Viktor lalu bertemu dengan Tulku Spiti, Pemimpin sekte spiritual  dan master dari meditasi tantra. Victor bertanya kepadanya tentang sikap aneh posisi mumi dan Tulku mengatakan bahwa sabuk membantu dirinya menjaga posisi meditasi, dengan lutut ditarik ke dada. Tulku juga menunjukkan bahwa biarawan itu mungkin telah mempraktekkan salah satu bentuk meditasi tertinggi disebut zolk-shun. Postur yoga seperti ini juga menggunakan sabuk meditasi untuk membebaskan tubuh dan dapat melakukan perjalanan jauh ke dalam pikiran. Teknik ini diyakini  menciptakan kekuatan fisik luar biasa, begitu kuat dan berbahaya hingga  yang menguasainya hanya akan meneruskannya pada secara lisan kepada seorang biarawan pada suatu waktu tertentu saja. Hal ini juga menunjukkan bahwa praktisi zolk-shun dapat memanfaatkan pikirannya dengan cara yang luar biasa pada saat ia meninggal.

Di Boston, Dr Herbert Benson dari Harvard Medical School yang melakukan eksperimen pada rahib Buddha dari biara-biara Tibet untuk menilai efek dari meditasi pada metabolisme tubuh. Penelitiannya telah memberikan wawasan yang luar biasa dalam cara pikiran dapat mengubah fungsi tubuh.

Dia telah menemukan bahwa, bahkan dengan meditasi sederhana, para biarawan dapat mengurangi konsumsi oksigen mereka hingga 60%.Para biarawan yang berlatih Tumo, salah satu yoga untuk mengeluarkan panas dari dalam tubuh ( jadi ingat tulisan saya tentang firestarter), dapat meningkatkan temperatur kulit mereka ke titik di mana, dalam ukuran derajat 40 ° F. Dalam percobaanya mereka dibungkus dengan  lembaran kain basah yang dingin, dan para biarawan ini bisa meningkatkan suhu tubuh mereka ke tingkat di mana lembaran kain ini akan menguapkan air dan mengeringkan kain yang menutup badan mereka.


Victor mempertimbangkan kemungkinan bahwa jika para biarawan bisa mengeringkan lembaran kain basah dengan teknik visualisasi panas, maka mungkin mumi ini memiliki kekuatan yang cukup untuk melakukan hal yang sama, tetapi untuk mengeringkan tubuhnya.

Victor akhirnya mencoba mencocokkan potongan-potongan teka-teki , tidak di Tibet, tetapi di Jepang. Para biksu Budha Jepang telah lama melakukan ritual pengorbanan diri untuk meringankan beban rakyat mereka.
Kesimpulan yang dapat diambil bahwa puasa menyebabkan organ-organ internal dan otot menyusut, sehingga menghancurkan bakteri dalam ususnya. Dengan tidak adanya mikroba menggerogoti mayatnya, tubuh biksu-biksu ini dapat awet tanpa perlu dibalsem...
Victor lalu menerima berita dari Inggris. Tes Karbon telah mengungkapkan mumi Tibet menunjukkan angka kembali ke tahun 1475. Sehingga 500 tahun, jauh lebih tua dari mumi Jepang.
Hal ini juga menunjukkan bahwa tingkat nitrogen yang tinggi pada mumi menunjukkan biarawan itu sangat kekurangan nutrisi ketika ia meninggal. Fakta yang cocok dengan teori mumi Jepang.
Well...salah satu pengorbanan yang menarik....

Sumber : Wikipedia , mymultiplesclerosis, google images

Selasa, 09 November 2010

Epidemi Menari Tanpa Henti

Setelah membahas tentang Epidemi tertawa di Tanganyika, saya akan membawa anda kembali ke suatu epidemi lain yang terjadi abad pertengahan di Eropa, kali ini epidemi menari.
Malam Natal tahun 1021, 18 orang berkumpul di luar sebuah gereja di kota Kölbigk Jerman dan menari dengan liarnya.Pendeta gereja yang sedang melakukan misa tidak dapat melanjutkan misa dengan hiruk-pikuk yang terjadi di luar gereja, dengan segera memerintahkan mereka untuk berhenti. Warga yang sedang asyik menari ini mengabaikan peringatan dari sang pendeta, malahan mereka saling berpegangan tangan dan menari membentuk lingkaran, bertepuk tangan, melompat, dan bernyanyi secara serempak. Pendeta tersebut mulai marah, dan dalam  sejarah lokal mencatat, bahwa pendeta tersebut mengutuk mereka untuk menari selama setahun sebagai hukuman atas kesembronoan dan tindakan keterlaluan mereka. Dan akibatnya tidak sampai Natal berikutnya para warga yang melakukan tarian mendapati keadaan mereka mulai tidak dapat mengendalikan  anggota badan mereka. Tubuh mereka merasa lelah dan letih.Dan akhirnya tertidur, bahkan beberapa dari mereka tidak pernah terbangun lagi.

Memang bagi kita, cerita  dari orang-orang abad pertengahan sulit dipercaya. Apa yang mendorong  warga untuk menari mungkin dikaitkan dengan  rapalan-rapalan doa diiringi gerakan tubuh manusia yang berkaitan dengan  upacara keagamaan serta kekuatan supranatural. Tapi meskipun banyak penulis sejarah menjelaskan hal ini bisa saja hanya merupakan legenda, kita tidak perlu menganggapnya sebagai  sebuah  cerita yang nyata. Banyak sumber menunjukkan bahwa para penulis sejarah ini jelas mungkin telah melebih-lebihkan peristiwa sebenarnya. Apa yang terjadi  di Kölbigk merupakan awal pertama dari cerita tentang epidemi menari.
Cerita tentang  tentang serangan dari epidemi menari ini mulai tak terbendung, dan terkadang berakibat fatal, kejadian selanjutnya epidemi menari yang terjadi di kota Erfurt di Jerman tahun 1247. Tak lama setelah itu, 200 orang yang dikatakan sebagai penduduk yang menari  tanpa henti   di sebuah jembatan di atas Sungai Moselle di Maastricht hingga  mengakibatkan jembatan  itu runtuh, dan membuat para penari tersebut tenggelam semuanya. Demikian pula, cerita berlanjut  di abad pertengahan,tentang epidemi tarian yang mengerikan ini, di  tahun 1374, sebuah lanjutan epidemi menyapu  wilayah Jerman Barat, daerah yang berada di daratan rendah, dan timur laut Perancis . Dijelaskan bahwa ribuan orang menari  tanpa henti selama berhari-hari  bahkan berminggu-minggu, menjerit-jerit mengerikan seakan mereka mendapat visi kematian dan memohon kepada para pendeta dan biarawan untuk menyelamatkan jiwa mereka. Beberapa dekade kemudian, paderi dari biara dekat kota Trier mengingat kembali epidemi  ini di mana ia melihat sekumpulan para penari yang menari dengan hebatnya seakan mereka  sedang berhalusinasi atau kerasukan, mereka menari dengan melompat-lompat selama 6 bulan, sebagian dari mereka mati setelah mengalami patah rusuk pinggang. 

Pada skala yang jauh lebih besar,sebuah wabah yang sama melanda kota Strassbourg tahun 1518, tepatnya pada bulan Juli disebuah jalanan sempit kota Strassbourg  Perancis, seorang wanita yang dikenal bernama Frau Troffea mulai menari dengan sekuat tenaga dan dengan liarnya hingga empat sampai enam hari lamanya. Dipenghujung minggu 34 orang mulai mengikuti apa yang dilakukan Frau Troffea dan pada satu bulan kurang lebih 400 orang telah tercatat ikut menari tanpa henti..

Pihak berwenang menegaskan bahwa tarian ini bertujuan untuk melepaskan diri dari rasa tersiksa, tetapi pada akhir musim panas lusinan warga Alsatian yang melakukan tarian ini akhirnya menemui ajal diakibatkan serangan jantung, stroke, dan kelelahan yang luar biasa akibat telah menari tanpa henti.
 Setahu saya film India juga begitu...sang aktor dan aktris sebelum meninggal sempat menyanyi dan dan menari...wakakakakaka
Sumber : wikipedia, google images

Akhirnya Bumi menjaga keseimbangannya sendiri...

Berita tentang letusan Merapi masih terus menjadi topik yang hangat, selain sebagai alat penaik rating bagi berbagai media. Korban berjatuhan dan bencana ini menimbulkan berbagai pemikiran baik yang rasional maupun irasional bagi semua publik.

Gunung Merapi (ketinggian puncak 2.968 m dpl, per 2006) adalah gunung berapi di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia. Lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara.
Namun saya tidak akan mengekspose berita tentang Merapi seperti media lokal yang terlalu melebih-lebihkan pemberitaan. saya akan mencoba mengajak pembaca menggunakan nalar untuk melihat  dari sudut pandang yang berbeda.
Bagi sebagian orang Jawa tengah mungkin Merapi tak ubahnya seperti Mount Doom atau Orodruin tempat pembuatan One Ring seperti di film Lord of The Ring. Karena arti Merapi menurut bahasa Jawa adalah diambil dari kata " Meru : gunung " dan " api " yang berarti " Gunung Api " yang sama dengan arti  Orodruin  ( bahasa elves di film LOTR ) artinya " fire mountain ".

Ok...lalu apa hubungannya dengan judul saya...? baiklah...saya akan sedikit mendongeng....
Senin, 10 April 1815, Gunung Tambora di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, meluncurkan materi piroklastik. Batuan piroklastik berdiameter 2-15 cm terlontar hingga sejauh 40 kilometer.Letusan berlangsung delapan hari, 5 April-12 April, dengan puncaknya pada 10 April, memuntahkan 150 miliar meter kubik material piroklastik.92.000 orang ditemukan tewas. Bernice de Jong Boers, dalam bukunya, Mount Tambora in 1815: A Volcanic Eruption in Indonesia and Its Aftermath, suara letusan terdengar hingga di Pulau Bangka (jauhnya sekitar 1.500 km), Bengkulu (1.775 km), dan langit di atas Madura (500 km) gelap selama tiga hari. Puncak Gunung Tambora terpotong 1.400 meter tingginya sehingga tinggal 2.800 meter.
Salju turun pada Juni di Quebec City, Kanada, tanaman pangan di berbagai belahan dunia gagal panen. Sejarawan John Post menyebutnya, ”krisis besar terakhir di dunia Barat”.
 
 Lalu selanjutnya 27 Agustus 1883, hari Senin, Gunung Krakatau meletus dengan kekuatan VEI 6 yang memicu tsunami setinggi sekitar 50 meter. Sebuah kapal berjarak 80 kilometer pun terlempar terkena hembusan angin letusan. Debu Krakatau mengambang ke seluruh dunia selama dua minggu. 
 
 
Edvard Munch pelukis Norwegia bahkan sempat terinspirasi dengan efek yang ditimbulkan oleh letusan Krakatau yang sempat membuat langit di Eropa berwarna merah darah dan membuat lukisan " the Scream " menjadi terkenal.
Sabtu, 15 Juni 1991, gunung yang berlokasi dekat dengan Pangkalan AL Amerika Serikat di Subic Bay, Pulau Luzon, Filipina, meletus serta mengakibatkan 850 orang meninggal dunia dan 66.000 orang harus dievakuasi.

Kalau sekarang global warming yang lagi digembar gemborkan orang, karena efek rumah kaca yang dihasilkan CO2  akibat industri dan kendaraan bermotor yang menjadi tudingan utama sebagai sebab timbulnya lubang ozon dan mungkin juga maling maling kayu di seluruh hutan bagian paru-paru bumi seperti Amazon dan Kalimantan ikut memperburuk cadangan oksigen di muka bumi.
Tapi kalau dihitung-hitung, kita manusia hanya menyumbang 3% gas CO2 saja dalam pembentukan efek rumah kaca, sedangkan dalam seratus tahun terakhir kenaikan panas bumi hanya 1ºC. dan sebagai penyumbang terbesar 30% adalah kenaikan suhu laut. Dan suhu laut meningkat karena peningkatan aktivitas vulkanik dan gempa karena pergerakan bumi.
Memang, tidak dapat dipungkiri kalau kita tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, suhu panas memang terasa menyengat seakan global warming ini benar-benar terjadi adanya...bahkan bulan Juni kota Jeddah di Arab Saudi mencatat rekor panas tertinggi mencapai 52ºC...!! wow...
Lalu hubungannya dengan letusan gunung berapi...?
Dari ketiga contoh letusan gunung berapi diatas hasil yang ditimbulkan adalah pendinginan suhu bumi...!!
dari letusan Tambora saja suhu bumi turun menjadi 2ºC, bahkan dari erupsi gunung Pinatubo tahun 1991 kita mendapatkan penurunan suhu global sebesar 3ºC..!!
Yang menarik lagi kegiatan aktif dari gunung-gunung berapi di Asia Tenggara menurut Para peneliti di Pusat Pengamatan Bumi Lamont-Doherty di Universitas Columbia di Amerika Serikat, hujan yang terus menerus terjadi sekarang ini merupakan akibat dari peningkatan aktivitas  gunung berapi yang terjadi....
Well...kita manusia memang hampir tidak punya peranan yang berarti dalam proses perbaikan alam, terbukti alam sendiri cenderung memiliki daya untuk merestorasi dirinya...dan keseimbangan bumi tetap terjaga....
So...bagaimanapun juga kita sebagai penghuni bumi tidak harus sepenuhnya menyerahkan semuanya kepada alam, karena kita termasuk sebagian dari alam...marilah kita bersama-sama mencoba semampu kita menjaga bumi kita agar tetap layak dihuni hingga anak cucu kita kelak....

Minggu, 05 September 2010

Kreasi Unik Wajah Kambing

Tulisan ini saya persembahkan khusus buat pembaca saya Sitra Tresna yang menyukai gambar kambing.......bahkan dia juga yang memberi judul artikelnya.....

Saya memang sedang sibuk-sibuknya sehingga tidak sempat untuk menulis suatu artikel yang menarik, tetapi salah satu pembaca blog NALAR meminta saya memuat foto-foto kambing yang saya dapat....so...
here it is....

just enjoying it...wakakakakakakaka...ups ...sorry....mbeeeeeeeekkkk....


Nah...kalau yang satu ini emang tukang angon kambingnya....wakakakakakakakaka

Selasa, 13 Juli 2010

Ulat bulu pembunuh...!

Udara dingin pagi hari berhembus perlahan mmengurangi suhu badan yang sudah naik akibat penatnya saya berjalan 5 kilometer menaiki bukit dimana kebun tempat saya menanam ubi dan ketela berada. Saya sudah membayangkan segarnya kelapa muda yang berada disamping gubuk tempat beristirahat di kebun yang sering juga saya gunakan menginap untuk refreshing seandainya saya bosan dirumah.
Mendung mulai berarak bergayut menutupi sebagian sinar mentari...good...dalam hati saya berkata, tanpa sengaja mata saya melihat pohon alpukat yang tumbuh dipinggir jalan setapak menuju kebun. Mula -mula saya tidak begitu memperhatikan hingga ternampak kilatan mengkilat disekitar batang pohon alpukat tersebut....dengan rasa ingin tahu saya mendekati pohon alpukat itu. Tidak ada yang aneh, tetapi langkah saya tidak berhenti begitu saja, begitu berada 3 meter dari pohon baru saya mengerti apa yang menyebabkan kilatan tadi...disekitar kulit kayu alpukat bergerombol ulat bulu yang berjumlah ratusan mungkin, dan embun pagi yang menempel di bulu-bulunya tadi yang membiaskan cahaya matahari hingga menarik perhatian saya.
Dasar, namanya juga Mbahware...bukannya jijik atau geli, malah mendekat lagi mencoba meneliti ulat bulu yang bergerombol tersebut. Sayang sekali saya waktu itu tidak membawa alat photografi sama sekali, handphone pun saya tinggal di rumah, well mau apalagi....no dokumentasi...too bad....
Perlahan saya majukan badan dan kepala untuk melihat lebih dekat ulat-ulat bulu ini, ukuran ulat ini mungkin sekitar 4 cm hingga 5 cm dengan panjang bulu hingga 1cm , berwarna gelap coklat kehitaman dengan lingkar merah sedikit oranye dan bulu berwarna putih keperakan apalgi dengan tetes embun yang melekat dibulu-bulunya menambah menarik yang melihat. Saking tertariknya saya tanpa sengaja telapak tangan saya bersandar di kulit kayu alpukat sedang mata ini terus menatap pemandangan yang tersaji didepan mata....tiba-tiba "sring" saya terkejut karena telapak tangan dekat ibu jari bagian atas seperti teriris pisau dapur ( mungkin karena saya terlalu sering kena pisau dulu waktu masih menjadi seorang cook,jadi saya hapal betul rasanya). Dengan cepat saya meneliti telapak tangan saya apakah mengeluarkan darah atau mungkin benda apa yang telah melukai tangan saya, but there's nothing...!! rasa panas dan perih mulai seperti membakar telapak tangan, agaknya salah satu dari ulat ulat bulu tersebut terpisah dari gerombolannya dan menyempatkan diri berkenalan dengan saya dengan cara menempelkan beberapa bulunya ke kulit saya....
Memang rasanya tidak sepanas *ulat api ( setora nitens ) pohon palm atau kelapa sawit tetapi cukup membuat saya jengkel, bersegera saya ke gubuk untuk mencari tanaman kunyit buat menawarkan rasa nyeri dan panas sengatan ulat bulu tadi.....
* ulat api ( setora nitens )
Dalam hati saya bersyukur, untung baru ulat bulu pohon alpukat, andai saja yang menyengat saya tadi adalah Lonomia Obliqua mungkin saya sudah tergeletak tak berdaya.

Ya..saya akan bercerita sedikit tentang ulat bulu yang satu ini....mungkin inilah salah satu dari jenis ulat bulu yang bisa menghilangkan nyawa anda...

Lonomia Obliqua 
Pertama kali  pers internasional tertarik dengan Lonomia ini saat epidemi terjadi di komunitas agraria Rio Grande du Sol, Brazil. Pihak medis yang bingung pada awalnya setelah mereka menerima jumlah  pasien dengan gejala yang sama yaitu hematoma dan gangren gejala  menyebar di seluruh tubuh, akhirnya menyebabkan pendarahan dan kebocoran darah ke otak dan, dalam beberapa kasus menyebabkan kematian.
Gigitan ular, lipan bahkan tarantula  diduga sebagai penyebab awal, tetapi tidak jelasnya bekas gigitan yang bisa ditemukan di tubuh pasien dan tidak ada pasien yang dilaporkan diserang atau digigit oleh salah satu dari banyaknya reptil berbisa atau serangga di hutan. Tapi  muncul gambaran penyebabnya, bahwa dari beberapa orang pasien yang melaporkan awal mulanya mereka hanya memangkas beberapa cabang rimbun untuk membuat jalan, atau untuk mengumpulkan kayu bakar dan membuat tempat berlindung. Dokter yang menangani kasus ini dengan hati-hati mengeksplorasi wilayah yang telah disebutkan. Dan hanya satu makhluk yang dapat ditemui , Ulat bulu Lonomia Obliqua... ! Statistik yang lebih baru mengungkapkan sebanyak 500 orang atau lebih telah meninggal sebagai akibat dari bersentuhan dengan Lonomia.


Deskripsi :
Memiliki panjang rata-rata 53,5 mm , sangat berduri, bertubuh tebal, biasanya berwarna cokelat kehijauan,  gelap-coklat sampai kehitam-hitaman hingga bagian kepala. Saat baru menetas  berwarna hijau muda , hijau pucat. Sedangkan saat menjadi kepompong, agak berbentuk seperti gentong,  biasanya kepompong ini terletak pada batang tanaman atau daun. Saat dewasa atau setelah berubah menjadi kupu-kupu memiliki warna dan corak  cokelat  muda pucat dan kurang menarik. Saat kupu-kupu lonomia beristirahat atau melipat sebagian sayap nya sangat mirip dengan daun mati, memiliki garis gelap yang membedakan antara  tubuh dan garis dari bagian sayap.
Habitat :
Ulat ini ditemukan di beberapa jenis pohon & semak berkayu (paling aktif makan pada daun pada malam hari, berkumpul dalam kelompok-kelompok berjumlah besar di batang dan cabang rendah pada siang hari). Spesies ini terutama (mungkin hanya) ditemukan di Brasil selatan.
Ulat ini aktif dimalam hari memakan daun semak berkayu tertentu. Mereka berkumpul & tetap aktif, berkerumun pada batang atau cabang yang lebih rendah pada tanaman yang sama, di siang hari. Badan ulat ini dilindungi kulit berduri bercabang, kuat, tajam, dan duri yang berongga. 
 
Ada cerita menarik, laporan pertama dari José de Anchieta dalam bukunya "Letter of St Vincent" (1569), yang melaporkan beberapa kebiasaan orang Indian Brasil, menggosok-gosokkan ulat pada penis yang menyebabkan pembengkakan pada alat kelamin mereka untuk membantu "kegiatan" sexual mereka ( anggap saja pada jaman sekarang mereka sedang mengoleskan cobra oil untuk membesarkan penis atau viagra guna menambah ketahanan.... but Mbahware berkata...."Don't try this at home..!!") wakakakakakakaka
 
Kehebatan racun :
Dalam 29 kasus yang diamati di Brazil bagian Utara, antara tahun 1978-1982, tingkat kematian mencapai lebih dari 38%, dan dari 60 kasus yang diteliti di Brazil Selatan antara tahun 1989 dan 1991, empat orang dinyatakan meninggal diakibatkan sengatan duri dari ulat bulu ini.
Saat kulit korban melakukan kontak dengan toksin dari ulat ini beberapa hal yang terjadi adalah racun dari Lonomia ini menyebabkan reaksi kulit yang sederhana, infeksi kulit, luka bakar, alergi, dan pendarahan umum, hingga gagal ginjal dan dapat menyebabkan kematian dalam kasus-kasus terburuk (Duarte, 1990).
Kandungan racunnya dalam ukuran  LD 50  ( Lethal Dose ) atau dosis mematikan memang terendah dalam ukuran toksin.
 
 
Sangat ampuh sekali racun yang terkandung dari sengatan ulat bulu ini, selain anticoagulant, pro-coagulant, beberapa faktor tambahan yang mempengaruhi pembekuan darah. kontak langsung dengan duri ulat Lonomia obliqua biasanya menyebabkan rasa panas langsung, dan dalam beberapa jam menyebabkan ketidaknyamanan, badan mengalami kelemahan, sakit kepala, dan pendarahan eksternal juga internal berbagai bahkan jika anda memiliki luka lama atau bekas operasi yang belum sembuh resiko terbukanya kembali luka sebagian. Gagal ginjal akut (ARF) atau pendarahan otak yang menyebabkan kematian manusia .

Yang menarik lagi mungkin kandungan racunnya yang merupakan anticoagulant yang merupakan zat anti pembekuan darah.( memang sih anticoagulant ini baik untuk pengobatan.....tapi dengan dosis sedikit lebih mungkin efek yang ditimbulkan adalah mual, pusing, muntah, keringat keluar berlebihan, kesulitan bernafas hingga shock akibat jatuhnya tekanan darah hingga membawa kefatalan.
Sedangkan kontak dengan ulat bulu ini sering sekali sulit dihindari, meski anda warga lokal karena kamuflase ulat ini...jadi saran saya seandainya anda berkunjung ke Brazil hindarilah bersandar dipohon apalagi merangkul pohon sambil bernyanyi seperti di film -film India...wakakaka
Kalau tidak mungkin anda bisa bernasib seperti ini..

Sabtu, 29 Mei 2010

Epidemi Tertawa di Tanganyika

Tertawa itu sehat....tetapi tertawa bersama-sama dalam waktu tertentu tanpa ada hal menggelikan dan menyebar dalam satu desa...?

Gambar Ilustrasi
Tanganyika , sebuah daerah di Afrika Timur yang terletak diantara lautan Hindia dan danau-danau besar Afrika,yang pada tahun 1964 bergabung dengan Zanzibar menjadi Republik Tanzania.
Pada sekitar tahun 1962 didaerah ini terjadi sesuatu yang dinamakan mass psychogenic illness (MPI). Tepatnya di desa dekat Kashasha pantai Barat Danau Victoria berbatasan dengan negara Kenya.
 
Pada tanggal 30 Januari 1962,tiga pelajar putri yang sedang belajar  di ruang kelas di desa Kashasha mulai tertawa hingga mengeluarkan airmata. Tindakan yang diambil waktu itu adalah mengisolasi ketiga pelajar putri tersebut, tetapi itu tidak membawa hasil, karena setidaknya tawa ketiga pelajar tersebut mempengaruhi 95 pelajar lainnya dari 159 jumlah murid di sekolah tersebut dalam hitungan minggu....
 
Mula-mula pelajar yang tertawa diisolasi tetapi setelah menyebar, memaksa pihak sekolah untuk menutup sekolah pada 18 Maret 1962.
Pihak sekolah kemudian membuka lagi sekolah pada 21 Mei 1962 tetapi akibatnya 57 murid terjangkit pula wabah tertawa ini. Serangan ini hanya dalam hitungan menit, dan terulang hingga beberapa jam berikutnya telah terjadi empat kali serangan. Dan mengakibatkan pelajar yang terjangkit wabah ini dalam kondisi seperti itu hingga 16 hari lamanya..
 
Gambar Ilustrasi
Yang mengherankan adalah para guru yang terdiri dari dua orang Eropa dan tiga warga kulit hitam sama sekali tidak terjangkit wabah tertawa ini ( mungkin gurunya killer ya...?atau gajinya kurang..? wakakakaka).
Sedangkan yang kebanyakan terjangkit adalah pelajar putri dan anak usia sekolah saja.

Sebagai langkah pencegahan murid-murid yang diduga sebagai penyebab wabah ini dipulangkan kerumah mereka masing-masing. Yang celakanya setelah 10 hari penutupan sekolah wabah tertawa ini menyerang kembali di desa Nshamba yang berdekatan dengan desa pelajar-pelajar  Kashasha, yang diserang kebanyakan adalah anak usia sekolah dan para perempuan. Tercatat setidaknya 217 warga dari 10.000 warga yang telah terjangkit.

Wabah tertawa ini lebih lanjut merebak di sekolah menengah putri Ramasheyne di pinggiran Bukoba yang letaknya dekat dengan rumah siswa Kashasha lainnya. Untuk mengantisipasi serangan serupa sekolah ini ditutup pada pertengahan Juni setelah 48 dari 154 siswa menderita serangan wabah tertawa yang sama.

Serangan terakhir mungkin terjadi di desa Kanyangereka, 20 mil dari Bukoba, dengan salah satu gadis Ramasheyne tampaknya yang menjadi sumber wabah.
Pada bulan Juni 1964, infeksi ini menyebar dengan cepat memaksa  pihak berwenang  melakukan penutupan 14 sekolah dan telah mempengaruhi sekitar 1.000  warga suku yang berbatasan dengan Danau Victoria di Tanganyika dan juga Uganda. Karantina  terhadap desa  yang terinfeksi mungkin menjadi satu-satunya metode yang sukses menghambat epidemi ini terus berlanjut sebelum akhirnya mereda.
 
 Gambar ilustrasi
Para ilmuwan mencoba mencari penjelasan dengan mencari gas beracun atau virus dalam darah penderita yang mungkin menyebabkan epidemi tawa ini tapi tidak menemukan  suatu apa pun yang bisa memberikan penjelasan.
Epidemi tawa ini menyebar di sepanjang garis keluarga, suku dan juga dengan siapa saja  yang berdekatan baik antara korban dan saksi, semakin sering kontak antara korban dan saksi akan semakin cepat pula saksi terinfeksi ( kayak film zombie aja....sekali gigit langsung tertular...).

Barangkali juga Mbahware telah tertular karena sering tertawa...wakakakakakaka....
Sumber : wikipedia,Google Images

Minggu, 16 Mei 2010

ENIGMA ( part 1 )

Tulisan ini didedikasikan khusus buat Enigma, seorang sahabat blogger yang telah menjadi inspirator para blogger dan pembaca setianya....



Menurut wikipedia Enigma adalah berasal dari bahasa Yunani kuno : αἴνιγμα (ainigma) dan merupakan kata lain atau salah satu jenis dari teka-teki  yang biasanya disajikan dalam bahasa metaforis atau alegoris yang membutuhkan kecerdikan dan  kehati-hatian berpikir untuk memecahkannya.

Lalu diabad modern ini kita mendengar lagi istilah ini yang telah digunakan oleh salah seorang blogger sebagai inisialnya...yups....kita akan mencoba menguak lebih jauh siapa dan bagaimana sepak terjang blogger satu ini...

Sebagai senior saya...(karena saya ngeblog mulai September 2009 sedangkan Enigma mulai Januari 2009) dia telah memberi banyak inspirasi bagi blogger - blogger lainnya seperti Rensen, Hawkson, saya sendiri...agar menulis apa yang sepatutnya ditulis...yang saya maksud adalah..dalam menulis sebuah artikel harusnya kita menulis sesuatu berdasarkan fakta yang akurat dan kalaupun itu mengandung nilai misteri baiknya juga kita memandangnya dari segala sisi hingga persepsi kita terhadap suatu berita tidak hanya menelan bulat - bulat apa yang disajikan tetapi menyaringnya dengan akal sehat.
Saya sering mendapat pertanyaan mengenai Enigma di Facebook atau email. Siapakah sosok satu ini...?
Entah mengapa semua menganggap saya lebih tahu tentang Enigma dibanding teman blogger yang lain...so akhirnya saya berkeinginan juga mencoba menguak sedikit dari blogger yang penuh teka - teki ini ( sebagaimana namanya...)

Ini adalah salah satu clue atau petunjuk yang paling tidak bisa kita dapat dari homepagenya...
apa yang anda lihat...? sebuah mata..? agak sipit..? rambut lurus..? kulit putih kuning..? yups...itu adalah clue yang harusnya bisa dibaca...
Menurut pendapat saya Enigma berkulit kuning cerah...yang bisa diidentifikasikan bisa merujuk pada ras tertentu..mongoloid misalnya..atau etnis keturunan Cina..atau.....seseorang dengan mata sipit seperti itu bisa juga merujuk pada salah satu suku tertentu di Indonesia...yang menurut feeling saya adalah salah atu suku di daerah Kalimantan...( benar tidak bro Enigma..?)
Melihat dari kepintarannya menganalisa paling tidak dia seorang sarjana dengan pengetahuan yang lumayan...penggemar musik keras....pendiam ( kalau tidak mau dibilang kuper..) suka mengurung diri dikamar... berwatak sedikit keras....tertutup....seorang pekerja akuntan disalah satu perusahaan kurang ternama ( mengingat banyaknya waktu buat mencari bahan artikel, dan menyempatkan diri membaca komen yang masuk dipagi hari saat waktu kerja antara jam 9.00-10.00 ).
Belum berkeluarga, hidup sorang diri di rumah kontrak atau kost atau juga bisa di apartment.
hahahahaha......itu aja deh dulu entar sambung lagi...wakakakakakakakak

Minggu, 09 Mei 2010

HAARP juga ada di Australia..?

Coba cek posisi ini menggunakan google earth atau google maps anda akan mendapatkan sesuatu yang menarik...koordinat : -21.81692,114.166145 .
Berbentuk hexagon dengan diameter sekitar 2.5 Km dan berada paling ujung dari Australia dan dekat dengan laut Selatan tepatnya 6 kilometer kearah Utara dari Exmouth, Western Australia dan berfungsi sebagai transmisi radio bagi kapal -kapal dan kapal selam milik United State Navy serta Royal Australian Navy. Fasilitas Station ini memang milik US dan sekarang telah di operasikan oleh pihak militer Australia.



Kalau anda menggunakan google earth keterangan yang didapat adalah tempat itu bernama Tower Zero, Harold E Naval Communication Station atau di singkat NCSHEH ( Naval Communication Station Harold E Holt ).
Berbeda dengan HAARP yang merupakan High Frequency, Naval communication ini menggunakan Very Low Frequency yang kekuatan transmisinya hingga mencapai 1000 kilowatts..!!


Kita tidak akan mengetahui apa saja yang mampu diperbuat oleh kedua station yang katanya bisa mengatur cuaca atau menimbulkan kerugian bagi umat manusia, tapi yang jelas salah satunya dekat dengan negara kita...!! well , we will wait and see....

Pengikut